Total Pengunjung

Powered by Blogger.

Pages - Menu

Country Visitor

Flag Counter

Followers

Translate This Web
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified





                      Jenis  Pengertian  Topologi







     Sebuah jaringan komputer dibangun menggunakan suatu topologi jaringan. Tidak semua topologi jaringan sesuai untuk digunakan dalam sebuah jaringan komputer. Hal itu dipengaruhi dari sumber daya yang akan digunakan untuk membangun jaringan. Oleh karena itu seorang administrator jaringan harus cermat dalam memilih topologi yang cocok untuk jaringan yang akan di buatnya. Dalam posting kali ini saya mengulas beberapa jenis topologi jaringan yang umum di gunakan beserta kelebihan dan kekurangan masing-masing.










  1. Topologi Bus atau Linier

Topologi bus banyak digunakan untuk jaringan yang ruang lingkupnya kecil. Jaringan bertopologi bus biasanya menggunakan kabel koaksial berikutnya konektornya. Alur kerja jaringan bertopologi bus dapat dijelaskan sebagai berikut:
Sebelum kartu jaringan mengirim data, ia akan terlebih dahulu melihat kepadatan trafik atau lalu lintas jaringan. Data akan dikirim dalam antrian jika kondisi trafik kosong. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya collision atau tabrakan data yang mengakibatkan data tidak sampai ke tujuan.
Topologi bus memiliki kelebihan yaitu infrastrukturnya sederhana dan hemat kabel. Sedangkan kekurangannya antara lain :

   Keuntungan topologi bus adalah :

  1. Jarak LAN tidak terbatas
  2. Kecepatan pengiriman tinggi.
  3. Tidak diperlukan pengendali pusat.
  4. Jumlah perangkat yang terhubung dapat dirubah tanpa mengganggu yang lain.
  5. Kemampuan pengembangan tinggi.
  6. Keterandalan jaringan tinggi.
  7. Kondusif untuk jaringan gedung bertingkat.

Kerugian topologi bus adalah :
  1. Jika tingkat traffic tinggi dapat menyebabkan kemacetan.
  2. Diperlukan repeater untuk memperkuat sinyal.
  3. Operasional jaringan LAN tergantung tiap perangkat.
  4. Jika terjadi kerusakan pada salah satu komputer saja, seluruh jaringan akan mati
  5. Membutuhkan terminator pada kedua ujung kabel utama
  6. Jika terjadi kerusakan, cukup sulit menemukan titik kerusakan
  7. Tidak dapat digunakan untuk jaringan skala besar sehingga saat ini topologi ini jarang digunakan.
  8. Jika kabel utama (bus) atau backbone putus maka komunikasi gagal.
  9. Kemungkinan akan terjadi tabrakan data(data collision) apabila banyak client yang mengirim pesan dan ini akan menurunkan kecepatan komunikasi.









  1. Topologi ring (cincin)

Jaringan dengan topologi ring atau cincin menghubungkan beberapa komputer dimana ujung-ujung jaringan tersebut dipertemukan kembali sehingga membentuk lingkaran. Pada topologi ring, ada sebuah komputer yang berfungsi sebagai token atau kendaraan yang akan mengantarkan data. Token ini akan mengantarkan data melalui media transmisi hingga sampai tujuan.
Dalam topologi ring kemungkinan terjadinya collision (tumbukan data) dapat dihilangkan. Hanya saja biaya untuk membangun jaringan dengan topologi ini relative lebih mahal. Selain itu, tingkat kesulitan untuk memelihara dan memperbaiki jaringan relative tinggi.

Keuntungan topologi ring adalah:
  1. Kecepatan pengiriman tinggi.
  2. Dapat melayani traffic yang padat.
  3. Tidak diperlukan host, relatif murah.
  4. Dapat melayani berbagai mesin pengirim.
  5. Komunikasi antar terminal mudah.
  6. Waktu yang diperlukan untuk pengaksesan data optimal.
 
Kerugian topologi ring adalah:
  1. Perubahan jumlah perangkat sulit.
  2. Kerusakan pada media pengirim dapat mempengaruhi seluruh jaringan.
  3. Harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi kesalahan untuk kemudian di isolasi.
  4. Kerusakan salah satu perangkat menyebabkan kelumpuhan jaringan.
  5. Tidak baik untuk pengiriman suara, video dan data.









  1. Topologi star (bintang)

Pada jaringa bertopologi star atau bintang setiap komputer terkoneksi ke jaringan melewati sebuah hub atau switch yang berfungsi sebagai konsentrator. Semua adata akan melewati konsentrator tersebut sebelum dikirim ke tujuan.
Fungsi hub atau switch adalah mengatur dan mengendalikan keseluruhan fungsi jaringan. Selain itu hub atau switch juga berfungsi sebagai repeater atau penguat sinyal.

Keuntungan topologi star adalah:

  1. Dapat diandalkan
  2. Mudah dikembangkan
  3. Keamanan data tinggi
  4. Kemudahan akses ke jaringan LAN lain
  5. Infrastrukturnya relative mudah dibangun
  6. Jika terjadi kerusakan pada salah satu titik jaringan, koneksi jaringan secara keseluruhan tidak terganggu.
  7. Kesalahan atau kerusakan yang terjadi mudah dideteksi

Kerugian topologi star adalah:

  1. Jika trafik padat maka dapat menyebabkan lambatnya jaringan
  2. Jaringan sangat bergantung pada perangkat pengendali.
  3. Pemakaian kabel relative lebih banyak dibandingkan dengan topologi bus.
  4. Jika hub atau switch rusak maka seluruh jaringan yang terhubung melewati hub atau switch tersebut akan terganggu.
  5. Biaya pembangunannya relative lebih mahal dibandingkan topologi bus.








  1. Topologi tree atau pohon

Jaringan dengan topologi tree merupakan paduan jaringan bertopologi bus dan jaringan bertopologi star. Topologi ini memungkinkan pengembangan jaringan yang telah ada.
Topologi tree merupakan generalisasi dari topologi bus, media transmisi berupa kabel yang bercabang tanpa loop tertutup.Topologi tree selalu dimulai pada titik yang disebut headend. Satu atau beberapa kabel berasal dari headend.

Keuntungan topologi tree adalah :
  1. Kontrol manajemen mudah karena bersifat terpusat.
  2. Mudah untuk dikembangkan.
  3. Memungkinkan untuk memiliki jaringan point to point
  4. Mengatasi keterbatasan pada topologi star, yang memiliki keterbatasan pada titik koneksi hub.
  5. Topologi tree membagi seluruh jaringan menjadi bagian yang lebih mudah diatur.
  6. Topologi tree ini memiliki keunggulan lebih mampu menjangkau jarak yang lebih jauh dengan mengaktifkan fungsi Repeater yang dimiliki oleh HUB.

Kerugian topologi tree adalah :
  1. Karena data yang dikirim diterima oleh semua perangkat diperlukan mekanisme untuk mengidentifikasi perangkat yang ingin di tuju.
  2. Diperlukan mekanisme transmisi data untuk menghindari overlapping sinyal jika 2 perangkat mengirim data secara bersamaan.
  3. HUB menjadi elemen kritis.
  4. Kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam pengaturannya, termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan.
  5. Perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi dari terminal terminal dalam jaringan.
  6. Jika jaringan utama rusak, maka keseluruhan segmen akan rusak.
  7.  Sulit dikonfigurasi, termasuk system pengkabelannya.









  1. Topologi Mash atau web


Topologi Mesh adalah topologi yang tidak memiliki aturan dalam koneksi. Karena tidak teratur maka kegagalan komunikasi menjadi sulit dideteksi, dan ada kemungkinan boros dalam pemakaian media transmisi. setiap perangkat Setiap prrangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
Topologi mash atau web sering juga disebut topologi jaring. Dinamakan mash karena setiap komputer akan terhubung ke setiap komputer yang tersambung. Pada praktiknya, topologi ini jarang digunakan karena membutuhkan banyak sekali kabel dan sulitnya dikonfigurasi. Biasanya model ini hanya diterapkan pada WAN atau internet (karena itu disebut topologi web).
Keuntungan topologi mash ini adalah memungkinkan komunikasi data melalui banyak jalur sehingga jika salah satu jalur terputus, masih ada jalur lain yang dapat digunakan.

Keuntungan topologi mesh adalah:
  1. Memiliki respon waktu cepat.
  2. Tidak memerlukan protocol tambahan karena tidak ada fungsi switching.
  3. Dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat tujuan.
  4. Data dapat di kirim langsung ke computer tujuan tanpa harus melalui computer lainnya lebih cepat. Satu link di gunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang di tuju.
  5. Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan mempengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
  6. Mudah dalam proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.

Kerugian topologi mesh adalah:
  1. Biaya cukup mahal.
  2. Setiap perangkat harus memiliki I/O port. Butuh banyak kabel sehingga butuh banyak biaya.
  3. Instalasi dan konfigurasi lebih sulit karena komputer yang satu dengan yang lain harus terkoneksi secara langsung.
  4. Biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih.





4 comments:

Jika ingin meninggalkan komentar Pada "Select Profil" diganti pilih "Name/URL" ( Untuk URL tidak usah di isi ) langsung saja klik "Lanjutkan"

Pengen Penghasilan Uang Online Klik di sini

Popular Posts